Penasaran dengan Air PDAM yang sering keruh dan berbau kaporit? Baca nih artikel…

 

Kota New York mulai berpaling ke teknologi ultraviolet (UV) untuk mengurangi pemakaian klorin sebagai disinfektan air minum.

 

Pemerintah kota New York mulai memanfaatkan kekuatan sinar matahari untuk menyediakan kebutuhan air bersih bagi sepuluh juta warganya, tentunya tanpa menambah lebih banyak klorin lagi sebagai disinfektannya. Pembangunan fasilitas pengolahan air baru di Westchester County dan Greenburgh didesain menggunakan sinar UV untuk membunuh bakteri pathogen seperti Escherichia Coli (E-Coli), Giardia dan Cryptosporidium.

Pada saat ini, semua air permukaan dan air tanah yang memasuki unit pengolahan air di New York ditreatmen dengan fluoride (untuk mencegah kerusakan gigi) dan klorin (untuk membunuh mikroba berbahaya) sebagaimana diatur dalam Safe Drinking Water Act (SDWA). Akan tetapi, US Environmental Protection Agency (EPA) sejak tahun 1996 mendesak pengurangan penggunaan klorin karena menghasilkan produk samping berbahaya ketika ditambahkan dalam air, termasuk diantaranya trihalometana dan haloacetic acid yang merupakan agen penyebab kanker. Beberapa trik sudah dilakukan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia tanpa membiarkan keberadaan mikroorganisme dalam air. Sekarang tiba saatnya teknologi UV bicara lebih.

“UV memiliki panjang gelombang pendek yang dapat mempengaruhi DNA bakteri dalam air sehingga tidak dapat berkembang biak,” kata Jason Cerny (Trojan Technologies, Inc., perusahaan yang mendesain unit UV). “Jika anda membiarkan panci berisi air terkena sinar matahari, maka UV dari matahari akan membersihkannya. Kami hanya meningkatkan skalanya, menambahkan sumber UV yang lebih efisien dan bertenaga.” (syabanisyah)

Referensi:

http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=clean-water-technology